Selasa, 15 November 2011

PENGARUH PENARIKAN CAIRAN TUBUH TERHADAP TEKANAN DARAH KLIEN YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI INSTALASI HEMODIALISIS RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SUMEDANG TAHUN 2010

Tinggi dan meningkatnya jumlah klien dengan penyakit ginjal kronis diikuti dampak dari penyakit yang mempengaruhi kualitas hidup klien sehingga kebutuhan dasarnya mengalami gangguan. Penyakit ginjal kronis memerlukan terapi pengganti ginjal salah satunya hemodialisis. Setiap tindakan hemodialisis tidak terlepas dari mekanisme ultra filtrasi, yaitu penarikan cairan tubuh akibat penumpukan cairan tubuh.  Di Instalasi Hemodialisis Rumah Sakit Umum Daerah Sumedang ditemukan fenomena tingginya angka hipertensi pada klien hemodialisis rutin sedangkan pada setiap hemodialisis dilakukan penarikan cairan tubuh. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penarikan cairan tubuh terhadap tekanan darah  pada klien hemodialisis.
Desain penelitian menggunakan metoda quasi eksperimen dalam bentuk time series design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua klien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di RSUD Sumedang sebanyak 29 orang. Teknik pengambilan sampelnya adalah Total Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, tensimeter air raksa dan timbangan berat badan dewasa, pengambilan data dilakukan dari tanggal 29 april sampai 8 mei 2010. Analisis data yang digunakan adalah univariat untuk melihat rata-rata setiap variabel dan  bivariat untuk melihat hubungan menggunakan uji statistik t dependent.
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tekanan darah sebelum dilakukan penarikan cairan tubuh adalah 148,05/89,31 mmHg, rata-rata tekanan darah setelah dilakukan penarikan cairan tubuh adalah 142,86/87,55 mmHg, dan tidak terdapat pengaruh signifikan antara penarikan cairan tubuh terhadap tekanan darah (nilai p = 0,157/0,302 dengan α = 0,05).
Saran bagi instalasi hemodialisis agar membuat prosedur tetap penarikan cairan tubuh, perawat melakukan evaluasi berat badan kering, partisipasi ahli gizi untuk diet rendah garam, menjadi lahan pendidikan bagi mahasiswa keperawatan; bagi   klien dan keluarga agar klien membatasi asupan air dan diet rendah garam sesuai diuresis, keluarga menjadi support system dalam perawatan di rumah dan penyediaan diet rendah garam; dan bagi peneliti selanjutnya perlu penelitian lebih lanjut terhadap faktor lain yang berpengaruh terhadap tekanan darah selain faktor penarikan cairan tubuh, rentang usia tidak terlalu luas, upayakan penggunaan instrumen dengan menggunakan tensimeter digital sehingga tidak terjadi pembulatan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar